Sibolga,Beritatime.com,Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, memaparkan kondisi daerahnya pascabencana kepada para pejabat pemerintah pusat.
Masinton memaparkannya dalam rapat koordinasi mitigasi bencana Sumatera khususnya Tapteng, di Ballroom Pia Hotel Pandan, Tapteng, Sumatera Utara, Rabu (10/12/2025).
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Komisi V DPRD RI Lasarus, dengan melibatkan kementerian mitra Komisi V, dan pemerintah daerah terdampak bencana alam.
Masinton menyatakan Pemkab Tapteng, telah mengambil kebijakan perpanjangan masa tanggap darurat bencana.
"Ketika bencana terjadi, pada tanggal 25 November lalu, dan masa tanggap darurat 14 hari telah selesai, langsung kami perpanjang karena kondisinya butuh penanganan khusus," terangnya.
Musibah banjir bandang dan longsor melanda Tapteng, kata Masinton, telah menelan korban jiwa sebanyal 111 orang dan 90 an orang hilang. Serta terdata sebanyak 13 ribuan orang warga terdampak masih tinggal di pengungsian.
Dampak bencana tersebut merusak enam ribu hunian, puluhan ribu hektar lahan pertanian, dan merusak hampir selurh jembatan penghubung antarwilayah Tapteng.
"Tentu, kami berharap betul bahwa pembangunan ini, tidak hanya bisa dilakukan pemerintah kabupaten. Situasi tanggap darurat, di Tapteng, saat ini, memerlukan penanganan khusus secepatnya," ujar Masinton.
"Kita berada dalam satu negara kesatuan Republik Indonesia, yang sama, maka kami butuh kolaborasi, dukungan, dan bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini, berbagai kementerian teknis khususnya yang membidangi infrastruktur," pintanya.
Masinton mengungkapkan keinginan Pemkab Tapteng, untuk percepatan pemulihan daerahnya pascabencana.
Namun keinginan tersebut terkendala faktor cuaca dan keterbatasan jumlah alat berat untuk penanganan dampak bencana Tapteng.
Terutama untuk bisa segera membuka akses wilayah terisolir disebabkan tumpukan material kayu gelondongan bawaan banjir bandang, serta tumpukan lumpur dan tanah longsoran.
Bantuan alat berat dengan jumlah besar juga dibutuhkan untuk normalisasi sungai dari penebalan sendimen dan tumpukan material kayu gelondongan bawaan banjir bandang.
"Kami butuh alat berat yang banyak. Nah, kemarin, kami sudah upayakan ada berkisar lebih kurang 22 alat berat," kata Masinton.
"Pemerintah maupun swasta, itu, kami gerakkan semua. Kemudian, kami juga sudah menyewa 10 alat berat dari medan dan sekarang, kami tunggu dalam perjalanan, dan kami akan upayakan untuk menyewa alat berat lagi," ungkapnya.
Dikatakan ada sebanyak 16 desa masih terisolir dan sulit untuk bisa ditembus kendaraan penyuplai bantuan pangan.
"Hanya bisa didrop bantuannya melalui jalur udara atau jalan kaki selama 4 hingga 8 jam perjalanan menuju lokasi pemukiman warga," kata Masinton
"Karenanya, kami memerlukan banyak alat berat
untuk mempercepat proses pembukaan wilayah terisolir. Sehingga, bisa dengan mudah meyalurkan bantuan secara merata kepada warga terdampak," ujarnya.
Selain itu, Bupati Tapteng Masinton, juga menceritakan kondisi daerahnya yang krisis akan air bersih pascabencana.
"Karena, semua instalasi air bersih kami (perusahaan pengelola air bersih milik pemerintah daerah), itu, rusak total. Sehingga, kami, kalau tadi kita melintas ada mobil-mobil tangki, itulah yang kami gunakan untuk mendrop air bersih ke rumah-rumah warga," katanya.
"Sebagian warga kami, masih menyuci di air yang keruh. Kami yakin dengan kekuatan bersama, dengan gotong royong bersama, tadi, seluruh elemen pemerintahan baik pusat, provinsi, dan kabupaten-kota, kita bisa mengatasi berbagai kesulitan dampak bencana," imbaunya.
Pada pertemuan itu, Bupati Tapteng Masinton, juga mengungkapkan kondisi keuangan daerahnya yang kian menipis.
Alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT dari APBD Tapteng, telah habis dipergunakan untuk keperluan penanganan darurat bencana.
"Namun, ada beberapa yang belum dibelanjakan. Dan, saya ingin geser semuanya itu, dalam rangka penanggulangan bencana, penyelamatan warga Tapteng," terang Masinton.
"Bagi kami (pemerintah daerah), rakyat itu adalah hukum tertinggi, maka semua daya upaya harus dikerahkan ke sana," ucapnya.
| |
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
| |
Komentar Anda :