RNI Bakal Produksi 3,6 Juta Masker, Klaim Harga Lebih Murah
Kamis, 24/09/2020 - 20:08:44 WIB
Redaktur:


TERKAIT:
   
 

BERITATIME.COM, Jakarta - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI akan memproduksi masker medis sebanyak 3,6 juta per bulan. Selain itu, perusahaan juga telah menghasilkan ventilator untuk kebutuhan penanganan covid-19.

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto mengatakan sejumlah bahan baku alat kesehatan (alkes) sekarang sudah lebih mudah didapat ketimbang masa awal pandemi.

"Saat Maret-April, awal pandemi, memang terjadi harga alkes itu tidak wajar, itu memang hukum ekonomi supply demand. Pada saat barang terbatas sementara demand tinggi maka harga pasti naik. Saat ini, harga relatif stabil, kemudian harga bahan baku di negara asal sudah relatif stabil karena suplainya banyak," ujarnya dalam acara NGOPI BUMN bertajuk BUMN Bahu Membahu Atasi Covid-19, Kamis (24/9).

Untuk produksi masker medis, lanjutnya, akan dilakukan oleh anak usaha PT Mitra Rajawali Banjaran bekerja sama dengan PT Sandang Nusantara. Masker tersebut merupakan jenis masker medis 3 lapis (3 ply). Ia menuturkan kapasitas produksinya mencapai 3,6 juta buah per bulan.

"Kami tinggal tunggu izin edar. Mudah-mudahan seminggu ini izin edar dari Kementerian Kesehatan akan turun sehingga kami segera komersialkan lewat jaringan anak perusahaan," imbuhnya.

Selain itu, ia mengatakan harga masker tersebut lebih murah sekitar 30 persen hingga 40 persen dibandingkan masker medis lainnya. Sebab, produksinya dilakukan oleh lokal meskipun sebagian bahan baku masih impor.

"Pemakaian masker itu memang bahan masih impor sebetulnya yang 3 ply. Tapi dengan menggunakan beberapa proses bisnis lokal di pabrik sendiri itu harganya bisa kami tekan," jelasnya.

Perusahaan juga bekerja sama dengan ITB dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menciptakan ventilator portable. Ventilator tersebut merupakan murni buatan anak bangsa.

Serupa dengan masker medis buatan RNI, harga ventilator tersebut juga diklaim lebih murah. Pasalnya, mereka memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kalau saat pandemi harga ventilator yang saya ingat antara Rp800 juta hingga Rp1 miliar, itu pun rebutan dengan berbagai negara. Sekarang, dengan produksinya ventilator lokal ini harganya bisa kami tekan di bawah Rp25 juta kalau saya tidak keliru," tuturnya.

Ia mengatakan proses produksi ventilator sudah berjalan dan dikomersialkan. Bahkan, sebagian sudah digunakan oleh RS yang menangani pasien covid-19.(AH**)

Sumber : Cnnindonesia.com



 
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)
 



 
Berita Lainnya :
  • Bupati Siak : Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan
  • Bhabinkamtibmas Polsek Bunga Raya Mengecek Pertumbuhan Tanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan
  • Tingkatkan Hasil Panen, Jajaran Polsek Pinggir Dampingi Petani Cek Tanaman Jagung Di Talang Muandau.
  • Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar
  • Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Berikan Penerangan Dan Pendidikan Hukum Desa Se-Kecamatan Pangkalan Kuras
  • Kolaborasi Bersama Petani Jagung, Polsek Pinggir Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
  • Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026
  • Apel Siaga Antisipasi Dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla 2026, Ahmad Yuzar : Bukti Komitmen Bersama Lindungi Kampar dari Bencana.
  • Bupati dan Wakil Bupati Kampar Hadiri Sertijab dan Ramah Tamah.
  • Bupati Kampar Tinjau Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Bupati Siak : Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan

    Bhabinkamtibmas Polsek Bunga Raya Mengecek Pertumbuhan Tanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan

    Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar

     
      Terpopuler  
    1 Arist Merdeka Sirait: HL Pendeta Cabul di Surabaya terancam 20 tahun penjara dan Kebiri!
    2 Pembunuhan Mandor PT MUP Di Tangkap Polisi
    3 Bupati Kuansing Minta Perketat Penjagaan Karena Kuansing Zona Hijau Bebas Covid-19
    4 KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau di Persidangan Amril Mukminin
    5 Drs.Sozifao Hia M.Si Sesalkan BLT Pemda dan Pemprov Belum Disalurkan Kepada Masyarakat
    6 Listrik Mati Tujuh Jam,Warga Siak Minta DPRD Berikan Teguran
    7 Ormas, Parpol Tak Gunakan Azas Pancasila, Dibubarkan Layaknya PKI
    8 Polda Banten Kawal Penerapan New Normal di Kabupaten Tangerang
    9 Sekda Daerah Kabupaten Nias Utara Di Tangkap Polisi Kasus Narkoba
    10 Pengesahan KEMENKUMHAM RI Terhadap Pengurus DPP Partai Berkarya Periode 2020-2025
     
     
       



    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 beritatime.com, all rights reserved